Sobat Teknonesian

Selasa, 10 April 2018

Mode Bokeh di Instagram





Foto: Phone Arena
Foto. Detik.com















Instagram merupakan salah satu aplikasi yang cukup di gemari dalam media sosial. Kali ini merupakan update yang mungkin saja paling di tunggu untuk fans instagram. Tidak perlu menggunakan smartphone flagship untuk menghasilkan fitur bokeh, karna instagram sudah menyematkan fungsi artificial intelligence (AI) yang dapat mengenali bagian depan dan latar belakang.
Bahkan tidak hanya poto, namun juga video dapat dilakukan mode bokeh.

Penasaran dengan hasilnya? silahkan saja sobat langsung download  instragram yang sudah tersedia untuk android maupun iOS.
Selamat mencoba, Focus Mode.




Senin, 09 April 2018

Google Menghentikan Sortener URL Goo.gl

Hasil gambar untuk shortener URL




























halo sobat teknonesia,
kali ini saya ingin berbagai informasi penting untuk sobat yang hobi share link.
mulai 30 Maret 2018, google menghentikan dukungannya terhadap penyingkat URL yaitu goo.gl. 
Namun bagi pengguna yang sebelumnya sudah memiliki shortener URL tetap akan terhubung ke situs tujuan.

Berikut kalimat singkat langsung dari google shortener
 
"Starting March 30, 2018, we will be turning down support for goo.gl URL shortener. From April 13, 2018 only existing users will be able to create short links on the goo.gl console. You will be able to view your analytics data and download your short link information in csv format for up to one year, until March 30, 2019, when we will discontinue goo.gl. Previously created links will continue to redirect to their intended destination."

link goo.gl shorterner

Review BallPoint/Pena Xiaomi MiJia




Selamat pagi sob, semoga sehat selalu untuk semua pembaca.
Oke, kali ini kita akan mereview salah satu alat tulis yang sekarang menjadi andalan saya dalam aktivitas keseharian.
Langsung saja sob, yang akan saya review adalah Xiaomi MiJia, memang sih perusahaan ini lebih terkenal dengan handphone high spek dengan harga yang ramah di kantong. Namun ternyata mengeluarkan banyak produk keseharian selain handphone. Langsung kita mulai review.

     1. Desain
Melihat desainnya, pena ini terlihat mewah di atas harga yang di tawarkan. Kenapa? Karna saya pada saat membelinya saya menebusnya dengan harga Rp. 30.000 saja. Dengan warna putih doff dan juga bahan stainless di bagian gantungan saku merupakan kombinasi yang sangat eye catching, bahkan sobat bisa menyandingkannya dengan harga yang berkali-kali lipat dari harga MiJia. 


     2. Material
Harus diakui sob material pena ini nyaman banget di genggam berat penanya pun bikin kita betah untuk nulis lama-lama. Tintanya pun didukung oleh Swiss PREMEC Refill dengan tinta mikuni dari jepang dengan ball tip 0,5mm yang pasti menambah kenyamanan dalam menulis.


     3. Harga
Dengan harga Rp.30.000 tentu worthed to buy karna kita akan mendapatkan kualitas pena yang baik serta kenyamanan yang baik pula.

Demikian review singkat dari pena Xiaomi MiJia, untuk link pembelian ada di bawah.
Oiy, saya bukan endorse ataupun dagangan saya. Ini murni pengalaman pribadi.

Selasa, 22 November 2016


Review LG L9 aka P765 Setelah 4 Tahun


Kali ini saya akan membahas gadget yang sudah menemani selama kurang lebih 4 tahun. Seingat saya beli pada tahun 2012 dengan tebusan harga nyaris 3 juta rupiah dan sekarang sudah akan menjelang akhir tahun 2016 jadi kita genapkan saja sudah 4 tahun oke sob.

Pertama yang kita bahas adalah dari sisi desain. Pada awal kemunculannya desain dari LG L9 ini terlihat mewah dengan bentuk persegi panjangnya dan dilengkapi dengan ukuran layar yang 4,7” IPS Gorilla Glass. Untuk bagian cover belakangnya pun ada motif seperti parut yang sekilas membantu agar tidak terlalu licin, namun kenyataannya selama pemakaian masih terasa licin yang bisa jadi dikarenakan penggunaan materialnya yang tidak begitu baik. Untuk di bagian cover belakang sendiri terdapat logo LG dengan tampilan metalik dan sedikit timbul.
Selama pemakaian 4 tahun dan sudah mengalami berbagai macam jenis terjun langsung menuju tanah maupun batako (pavling block) saya akui memiliki bahan body yang kokoh dan baik, hanya saja pada sisi lapisannya yang kurang optimal, terbukti dari poto di bawah seluruh bezel sudah terkelupas dan logo LG nya pun terkelupas.




Bagian berikutnya dari sisi software dan hardware atau OS. Untuk hardware sendiri dengan dukungan qualcomm A9 dual core prossesor clockspeed 1.0GHz di tunjang RAM sebesar 1Gb (mungkin hanya bisa dimanfaatkan 700-an Mb), hasil yang diberikan untuk 4 tahun kemarin memang cukup memuaskan apalagi ditunjang grafis dari powerVR 540 dan selama pemakaian ini mungkin sudah 3 kali handphone ini berenang bebas ke dalam air tanpa pengaman.


Hingga tulisan ini di buat segala hardwarenya masih berfungsi baik meskipun tidak sesuai untuk menjalankan aplikasi terkini. Untuk suplai tenaga atau baterai, hal inilah yang menjadi kelemahan sejak 2 tahun belakangan ini. Jika saya hidupkan sinyal 3G maka umur baterai kurang lebih hanya 3 – 4 jam tanpa pengoperasian apapun.
Kita lanjut ke bagian lainnya, pada sisi kamera belakang dilengkapi dengan kekuatan 8mp meskipun bukan yang terbaik tapi saya puas dengan hasil tangkapan produk dari korea selatan ini. Dari hasil poto bisa dilihat tangkapan warnanya masih terlihat baik, penentuan fokus nya pun cukup baik. Pada sisi kamera depan sama halnya dengan kamera belakang, meskipun tidak termasuk baik tapi saya masih dapat dimaklumi.
Hasil Poto Kamera Belakang


Demikian review penggunaan LG L9 selama 4 tahun ini. Secara overall saya cukup puas hanya saja kelemahan berupa dukungan OS android dan ketahanan baterai lah yang membuat saya akhirnya beralih ke iOS.

Spesifikasi lengkap :
P765 GSMArena